Exhibitionist Eksibisionis indonesia, kisah nyata

Seorang Exhibitionist Sejak Kecil sampai Sekarang

“diperkosa” seorang ibu setengah tua

Namanya Tere, dikenain dari seorang teman chat dari Yogya, umurnya sekitar 50 tahun, dia tinggal di Jakarta. Aku sering banget chat dengan ibu ini. Tipe orangnya terbuka, blak-blakan, berwawasan luas dan sangat pragmatis. Dia menceritakan dirinya bahwa itunya dia mempunya kemampuan menyedot, dan ini membuat suaminya selalu tidak tahan. Karena suaminya selalu tidak tahan, maka dia selalu tidak mendapatkan kepuasan dari suaminya. Trus apa yang dia lakukan, yang dia lakukan setelah berhubungan adalah masturbasi (tentunya tanpa sepengetahuan dia), dan dia juga mengakui bahwa foto-foto ituku kadang juga dipakai untuk bahan bermasturbasi. Oh ya, ibu itu termasuk yang sering minta foto-foto ituku.

Karena dia selalu bercerita dan selalu membanggakan itunya yang bisa menyedot, termasuk setiap kali chat, akhirnya aku ingin juga merasakan itunya. Padahal aku tidak tertarik sama sekali sama ibu ini. Umurnya sudah tua, selain itu wajahnya juga kurang menarik ditambah tubuhnya yang gemuk. Tetapi karena cerita dia yang bertubi-tubi, akhirnya aku jadi kepengen yang namanya sedotan punya dia.

Suatu waktu dia berkesempatan datang ke kotaku, setelah dia menyelesaikan pekerjaannya dan sebelum pulang ke Jakarta keesokan harinya, aku diminta datang ke kamar hotelnya. Setelah kami ngobrol panjang lebar, akhirnya kami masuk kedalam topik yang agak panas, dan sampailah pada topik sedotan dia. Akhirnya aku pengen dibuktikan seenak apa sedotan itunya dia.

Mulailah aku telanjang bulat, tetapi dia tidak mau telanjang bulat, mungkin dia gak pede dengan bentuk badannya, walaupun sebenarnya aku juga gak pede karena perutku sudah agak buncit, tapi gak apa-apalah, yang penting aku bisa merasakan. Dia langsung menyedot ituku dengan mulutnya, sampai keras sekali, dan tanganku juga gak tinggal diam, aktif menyentuh dan mengelus susunya yang sudah kendor sambil menyentuh klitorisnya, dan sepertinya vaginanya cepet basah, walau hanya disentuh-sentuh dari luar. Setelah punyaku aku anggap cukup disedot, aku gantian jilat punyanya yang sama sekali gak menarik, tapi harus aku lakukan supaya vaginanya tetap basah dan dia tidak merasa kesakitan ketika punyaku dimasukkan. Setelah basah sekali, baru aku minta dimasukkan.

Ternyata dia lebih aktif dariku, dia langsung minta aku telentang dan dia langsung mendudukiku sambil memasukkan punyaku ke vaginanya. Setelah masuk, aku dipeluknya kuat-kuat, kuat sekali sampai aku gak bisa bergerak. Kemudian digoyang-goyangkannya pinggulnya kekiri atau kekanan, keatas kebawah dan diputar-putar. Rasanya memang enak sekali. Dia selalu bertanya, gimana rasanya mas, dan kujawab ya enak sekali. Lama dia melakukan itu dan sampai akhirnya aku tidak tahan dan bilang kedia bahwa aku sudah tidak tahan, kata dia silahkan saja disemprotkan, maka akupun orgasme didalam vaginanya.

Akhirnya dia tersenyum kepadaku, bener khan punyaku enak, kamu saja gak tahan. Aku cuma bilang iya, walau aku merasa bahwa aku merasa diperkosa, gak bisa apa-apa, dibuat enak sampai akhirnya keluar.

Dia merasa bahwa dia sudah bisa memuaskanku dengan sedotan vaginanya

14 Juni 2010 - Posted by | Sekarang | ,

3 Komentar »

  1. Buat tante2 yg buTuh q q siap jadi teman bubuknya..di bAwa kemana aja aku siap..mengenai kebesaran anuku pokoknya gak kecewalah SEIKLASMU ok..

    Komentar oleh Yanto x | 12 Februari 2013 | Balas

  2. Dulu gue pernah telanjang bulat lho ke kelas! Tapi abis latihan cheerleader sih, sekolah udah sepi. Tapi ada kakak kelas gue 5 orang cowok semua ngintipin gue, gue kan cewek eksib

    Komentar oleh Tifanny Lillyana Sandy | 29 April 2013 | Balas

  3. klo ga doyan buat aku aja

    Komentar oleh brr | 30 Oktober 2013 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: