Exhibitionist Eksibisionis indonesia, kisah nyata

Seorang Exhibitionist Sejak Kecil sampai Sekarang

Jilbab 3

Aku mengenal temanku ini dari chatting di MIRC, dia sekota denganku. Dari dulu aku pengen berjumpa dengan dia, karena aku memang penasaran sama dia. Dari hasil chat sebelum-sebelumnya, dia menceritakan siapa dirinya. Namanya Pia, dia memang berjilbab dan selalu berjilbab, tidak ada sedikitpun niat dia untuk melepas jilbabnya. Jadi selama aku ngobrol sama dia, aku tidak pernah liat rambutnya.

Dia belum menikah, dan sampai aku terakhir ketemu dia, dia juga belum menikah. Kuakui wajahnya memang biasa-biasa saja, dan dia memang berusaha keras untuk mencari jodoh. Dia bekerja di sebuah konsultan jadi bekerjanya gak tentu, ada kalanya dia sibuk sekaliu dan ada kalanya dia banyak menganggurnya. Nah saat-saat menganggur inilah aku kadang-kadang janji bertemu aku.

Setelah beberapa kali ketemu, akhirnya dia berani juga memegang punyaku. Dan aku harus akui, aku harus sabar sekali menunggu keberaniannya muncul. Sejak saat itu setiap kali ketemu, aku selalu minta dia memegang punyaku, mengocok punyaku, sampai aku orgasme.

Sampai sekarang, setelah aku tidak pernah lagi melihat dia, entah dia pergi kemana, dia cuma berani aku cium dan berani memegang ituku, tidak lebih.

15 Juni 2010 Posted by | Cerita Dulu | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Mengenal Cici

Dulu, sekitar tahun 2000 sampai dengan 2002, aku sering sekali chat di MIRC, dan tidak tahu kalau chat disana itu ternyata penuh tipu-tipuan dan bahaya ber-internet. Namun aku mempunyai teman chat yang tetap, dia dari suku jawa tetapi tinggal di Bandung, usianya sekitar 25 tahun, kerja serabutan dan dia menyebut dirinya dengan nama Cici. Seringkali aku chat dengan dia, seolah-olah selalu janjian chatting di MIRC.

Dia cerita kalau dia sudah tidak perawan lagi, dan dia sering ML sama pacarnya. Tetapi dia juga bercerita bahwa dia tidak pernah menjual dirinya kepada orang yang bersedia membayar alias dia tidak pernah menjadi perek terang-terangan atau perek terselubung. Dia bersedia ML dengan seseorang jika dia menyukai orang itu.

Setelah berbulan-bulan chat sama dia, eh dia tiba-tiba menawarkan bahwa dia mau ML sama aku, padahal aku cuma mau memamerkan penisku jika bertemu dengan dia, maklum aku seorang exhibitionist. Wah aku senang sekali karena dia mau ML sama aku, diluar perkiraanku dan diluar harapanku, dan angan-angankupun melambung, tapi entah kapan gak tahu, soalnya tidak pernah diketahui kapan aku ada waktu ke Jakarta atau ke Pulau Jawa.

Tiba-tiba ada kejutan, perusahaanku mengirimku ke Jakarta untuk urusan dinas, wah ini kesempatan langka. Maka jauh-jauh hari aku sudah menghubungi Cici supaya menyediakan waktu untuk pergi menemuiku dari Bandung. Pada hari yang telah ditentukan, pada sore hari Cici datang ke hotel tempatku menginap, rupanya dia sudah ada di Jakarta kemarinnya dan dia tinggal ditempat saudaranya.

Wah aku sudah tidak konsentrasi lagi sewaktu bercakap-cakap dengan Cici, soalnya bentuk badannya bagus dan kulitnya putih. Walau dari segi wajah tidak begitu cantik, tetapi dari keseluruhan Cici terlihat sebagai wanita yang menarik. Jadi sewaktu dia menyatakan ingin mandi, ya aku langsung mengikutinya ke kamar mandi, sewaktu dia mencopot bajunya menjadi telanjang bulat, akupun segera mencopot bajuku, dan penisku langsung menjadi tegang. Sambil menunggu dia selesai mandi, akupun mengelus-elus penisku sambil membayangkan ML dengan dia. Begitu dia selesai mandi, aku segera mengangkat badannya ke meja rias di kamar mandi, disitu kami melakukan persetubuhan. Selesai di kamar mandi, kami melakukan lagi di ranjang. Pokoknya puas melakukan ML dengan Cici.

Selesai dari situ, aku masih beberapa kali bertemu dan ML dengan cici, walau sekarang aku sudah kehilangan jejaknya dia.

6 Maret 2008 Posted by | Cerita Dulu | , , , , , | 1 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.