Exhibitionist Eksibisionis indonesia, kisah nyata

Seorang Exhibitionist Sejak Kecil sampai Sekarang

Jilbab 2

Namanya Nina, seorang pemakai jilbab sewaktu dia kuliah karena dia kuliahnya di universitas Islam di kotaku. Aku berkenalan dengannya sewaktu chat di MIRC, dia memperkenalkan diri sebagai seorang pengangguran dan hanya membantu ibunya di rumah, ibunya punya usaha sendiri di rumahnya. Dari chat beberapa kali di MIRC, dilanjutkan dengan chat di yahoo messenger, sewaktu chat di yahoo messenger, dia mulai berani meliat webcam anuku, sesuatu hal yang luar biasa karena menurutku dia seorang religius.

Akhirnya dia mengijinkan aku datang kerumahnya, pertama kali aku datang kerumahnya pada sore hari, itupun hanya mengobrol sebentar di depan rumahnya, habis dirumahnya sedang ramai sih dan aku males harus memperkenalkan diri satu per satu. Sejak saat itu aku sering datang kerumahnya, ya sekedar mengobrol saja. Lama kelamaan isi obrolan kami mulai menyangkut soal hal-hal yang porno, mulai dari obrolan tentang isi webcamku yang memperlihatkan anuku. Dia juga mulai melihat isi laptopku yang berisi gambar-gambar porno, dan akhirnya dia berani melihat langsung anuku.

Dia bisa melihat anuku secara langsung karena aku datang kerumahnya pada waktu pagi hari, disaat ibunya sibuk dengan urusannya dan adik-adiknya berangkat sekolah dan kuliah. Karena aku datang memakai motor, maka otomatis aku memakai jaket dan jaket tidak kulepas selama aku ada diruang tamunya. Sehingga pada waktu ada orang lewat cepat-cepat anuku dimasukkan lagi ke jaketku.

Pada mulanya dia hanya melihat langsung, itupun dari jauh, ya sekitar 2 meter karena dia masih takut. Namun lama-lama dia mulai berani, mulai mendekat dan akhirnya malah mulai memegang. Dari memegang akhirnya dia mulai mengocok, mengelus dan akhirnya dia berani menjilat punyaku.

Kemudian dari menjilat-jilat tersebut, punya dia bisa kupegang, kuelus dan kupermainkan clitorisnya, sampai akhirnya aku berhasil menjilat clitorisnya. Apa yang terjadi, ternyata dia bisa mengalami orgasme sewaktu kujilat clitorisnya. Sungguh menyenangkan, menjilat clitoris seorang wanita yang memakai jilbab, walau kadang-kadang dia melepas jilbabnya sewaktu di rumah.

Jadi sekarang, kalau aku kerumahnya, lebih banyak saling jilat menjilat, aku menjilat clitorisnya dan dia menjilat penisku. Aku tidak pernah melakukan hubungan sex sampai memasukkan penisku ke vaginanya karena dia harus tetap perawan. Hal itu masih berlangsung sampai sekarang, walau sudah agak jarang sekarang.

4 Agustus 2008 - Posted by | Sekarang | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: