Exhibitionist Eksibisionis indonesia, kisah nyata

Seorang Exhibitionist Sejak Kecil sampai Sekarang

Jilbab 3

Aku mengenal temanku ini dari chatting di MIRC, dia sekota denganku. Dari dulu aku pengen berjumpa dengan dia, karena aku memang penasaran sama dia. Dari hasil chat sebelum-sebelumnya, dia menceritakan siapa dirinya. Namanya Pia, dia memang berjilbab dan selalu berjilbab, tidak ada sedikitpun niat dia untuk melepas jilbabnya. Jadi selama aku ngobrol sama dia, aku tidak pernah liat rambutnya.

Dia belum menikah, dan sampai aku terakhir ketemu dia, dia juga belum menikah. Kuakui wajahnya memang biasa-biasa saja, dan dia memang berusaha keras untuk mencari jodoh. Dia bekerja di sebuah konsultan jadi bekerjanya gak tentu, ada kalanya dia sibuk sekaliu dan ada kalanya dia banyak menganggurnya. Nah saat-saat menganggur inilah aku kadang-kadang janji bertemu aku.

Setelah beberapa kali ketemu, akhirnya dia berani juga memegang punyaku. Dan aku harus akui, aku harus sabar sekali menunggu keberaniannya muncul. Sejak saat itu setiap kali ketemu, aku selalu minta dia memegang punyaku, mengocok punyaku, sampai aku orgasme.

Sampai sekarang, setelah aku tidak pernah lagi melihat dia, entah dia pergi kemana, dia cuma berani aku cium dan berani memegang ituku, tidak lebih.

15 Juni 2010 - Posted by | Cerita Dulu | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

1 Komentar »

  1. hmmm… pgn jg punya tmn cwe alim tp brani…
    sip bgt…

    Komentar oleh yogaseva | 13 Maret 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: