Exhibitionist Eksibisionis indonesia, kisah nyata

Seorang Exhibitionist Sejak Kecil sampai Sekarang

Wanita Flores Bernama Yuli

Sekali waktu, pada tahun 2002, aku pernah chatting dengan seorang wanita flores, dia kuliah di Solo. Namanya Yuli. Waktu itu umurnya masih 19 tahun. Kami memang sering chat di Yahoo Messenger dan kami sering pakai webcam. Dia sering lihat webcam ituku dan aku cuma lihat webcam wajahnya saja. Pada waktu chat dia menggambarkan bahwa orangnya tinggi besar dan montok, mungkin agak sedikit gemuk, dan itu gak bisa aku buktikan karena di webcamnya dia hanya menunjukkan wajahnya.

Suatu waktu pada tahun 2002, aku berkesempatan pergi ke Solo. Disitu aku janjian dengan dia di Gramedia untuk bertemu dengannya. Aku tiba di Gramedia Solo satu jam sebelumnya, karena punya waktu keluar memang lebih cepat. Sesampai disana, aku selalu lihat kiri dan kanan, melirik wanita dengan badan yang montok dan rambut sedikit keriting, maklum Yuli itu wanita Flores, rambutnya pasti keriting.

Setelah satu jam berlalu, sesuai waktu yang telah ditentukan, datanglah seorang wanita yang tingginya kira-kira 170 cm, montok dan berdada besar. Tidak terlihat bahwa umurnya masih 19 tahun. Dialah si Yuli. Dan diluar perkiraanku, dia ternyata gak terlalu hitam, malah kulitnya agak putih. Dia bilang keluarganya memang semuanya begitu.

Setelah ngobrol sebentar, akhirnya kami naik becak keliling-keliling Solo, sambil lihat kiri kanan mencari hotel. Setelah lihat hotel yang dianggap pas, akhirnya kami masuk Hotel tersebut. Dengan tinggi dan badan segitu, memang langsung bikin aku ON. Dia rupanya ingin memegang punyaku lama-lama, karena selama ini penasaran dan cuma bisa lihat di Webcam. Setelah dia puas mempermainkan punyaku, akhirnya kamipun ML.

Menurut pengamatanku, si Yuli ini lambat banget orgasme, mungkin sekitar 1 jam, sampai habis tenagaku menggenjot dia terus. Walau lambat orgasme, vaginanya cepat sekali basah, dijilat sebentar saja sudah basah dan selama digenjot itu, vaginanya basah sekali. Tapi syukurlah, dia bisa dapat orgasme. Gak enak rasanya cuma aku yang dapat orgasme. Karena keterbatasan waktu, akhirnya kami cuma melaksanakan satu ronde saja, walau sebenarnya aku inginkan lebih dari sekali.

Sejak itu aku gak pernah bertemu dia lagi, sekarang dia juga jarang online, dan mungkin juga sudah menikah.

13 Juni 2011 - Posted by | Cerita Dulu | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: