Exhibitionist Eksibisionis indonesia, kisah nyata

Seorang Exhibitionist Sejak Kecil sampai Sekarang

Jilbab 4

Pada waktu aku ditugaskan di semuah ibu kota kabupaten, suatu pagi ada seorang ibu yang badannya lumayan gemuk, masuk ke ruanganku. Wajahnya lumayan manis, badannya lumayan montok, berjilbab dan tingginya sekitar 155 cm. Rupanya ibu ini adalah seorang guru PKL, yang sedang mencari perusahaan-perusahaan atau kantor-kantor yang akan ditempati anak didiknya untuk magang selama 2 bulan.

Karena bossku mempercayakan urusan ini kepadaku, maka aku yang berinteraksi dengan ibu ini. Kepadaku ibu ini bercerita bahwa kantor tempatku bekerja merupakan alternatif terakhir, karena kantor-kantor BUMN dan BUMD sudah terisi anak-anak PKL dari sekolah lain, atau dari Universitas / Sekolah tinggi di kotaku.

Akhirnya kami ngobrol dan berbincang-bincang mengenai kemungkinan PKL di kantorku dan kemudian aku bilang bahwa anak-anak muridnya boleh PKL di kantorku, keliatannya si ibu ini senang banget. Dan tanpa malu-malu dia bilang sangat terkesan sama aku dan ingin mengenal aku lebih jauh. Padahal dari pembicaraan kami, dia mengaku bahwa anaknya ada 3 dan hubungan dengan suaminya sangat harmonis, tetapi aku tidak tahu mengapa dia ingin mengenalku lebih jauh. Diakhir pembicaraan, dia memberitahu alamat rumahnya, dan memberi jadwal jam berapa saja boleh datang ke rumahnya.

Sekali waktu aku punya waktu dan kesempatan datang ke rumahnya disiang hari, rumahnya terlihat sepi dari luar dan rumah-rumah tetangga sekitarnya juga terlihat tanpa aktifitas. Setalah mengetuk dan menunggu agak lama, ternyata sang ibu yang membukakan pintu. Dia sangat senang melihat aku datang dan memintaku untuk duduk di ruang tamu.

Kami mengobrol agak lama dan dia memberitahu bahwa dia sedang berdua sama anaknya yang paling kecil, cuma anaknya tersebut sedang tidur siang. Ibu itu bilang bahwa dia sangat bernafsu melihatku, dan ingin menjilati penisku. Aku heran atas keterusterangan dia dan juga senang. Akhirnya aku setuju dan dia membawa aku kedapur. Disana aku membuka celana dan dia menjilati penisku, sambil aku meremas-remas susunya. Lama juga dia menjilati dan aku bilang kalau aku tidak tahan. Dia mempersilahkan aku untuk dikeluarkan saja. Setelah aku gak tahan, akhirnya aku keluarkan spermaku dan dia menelan semuanya sampai tuntas. Aku hanya bisa menahan nafas dan menikmati semuanya.

Sedangkan kelakuanku terhadapnya, hanya mengelus vaginanya dan memasukkan jari tengahku sambil menyentuk G-Spotnya, walau dia gak sampai orgasme.

Setelah aku pindah, kami tetap berhubungan, melalui sms dan yahoo messenger, dan dia tetap melakukan hal itu yaitu menjilat penisku dan menelan seluruh spermaku sampai habis. Sampai sekarang kami tidak pernah melakukan hubungan badan.

13 Maret 2012 - Posted by | Raba-raba | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: