Exhibitionist Eksibisionis indonesia, kisah nyata

Seorang Exhibitionist Sejak Kecil sampai Sekarang

Zagita si keturunan india

Dulu, sekitar tahun 2006, aku punya seorang teman chat di Yahoo Messenger yang bernama Zagita . Pengakuannya adalah dia seorang janda tanpa anak, berumur sekitar 26 tahun, tinggal di salah satu kota besar di Jawa, dan dia merupakan keturunan India. Kami sering sekali chat, sepertinya hampir tiap sore kami chat yang isinya mulai dari biasa-biasa sampai ke masalah-masalah porno. Orangnya menyenangkan dan sangat terbuka.

Harus diakui bahwa dia tidak pernah mengirimkan foto dirinya ataupun memakai webcam seperti yang sering aku lakukan. Dia cuma sering melihat webcamku, dari menyorot ke wajah sampai menyorot ke alat vital. Jadi sampai kami bertemu, aku tidak bisa membayangkan seperti apa dirinya.

Suatu saat aku ditugaskan ke suatu kota yang didekat kota tempat tinggalnya. Sebelum berangkat ke tempat tugasku, aku sudah mengontak Zagita bahwa aku akan mampir ke kotanya. Diapun bersedia bertemu denganku. Sore hari setelah pekerjaanku selesai, aku segera menuju ke kotanya dengan memakai angkutan umum. Kami janjian akan bertemu di terminal luar kota di kotanya tersebut.

Sesampai di kotanya, aku menelepon dia dan dia akhirnya muncul dihadapanku. Orangnya manis, kulitnya cenderung hitam, rambutnya pendek hidungnya mancung dan tingginya sekitar 160 cm. Setelah bertemu, kami naik taksi dan dia mengajakku masuk kedalam sebuah hotel yang dipilihnya. Setelah membayar administrasi kamipun masuk ke kamar hotel.

Dikamar hotel, dia lebih banyak mengambil inisiatif, dia minta aku melakukan ini dan itu, antara lain jilat vaginanya, meremas2 payudaranya, menggigit putingnya dan meremas-remas pantatnya. Diapun semangat sekali menjilat-jilat penisku sampai-sampai aku gak tahan. Setelah puas bermain-main seperti itu, akhirnya dia minta dimasukkan. Kamipun akhirnya melakukan ML sebanyak 3 ronde, dan aku tidak tahu berapa kali dia orgasme.

Kami keluar dari hotel sekitar jam 10 malam, sebelum aku keluar dari kotanya, kami makan malam bersama dulu.

Sejak tahun 2004, aku tidak lagi mendengar kabarnya, mungkin dia menikah dan masa lalunya tidak ingin diketahui orang lain. Hanya satu kali itulah aku bertemu dengan dia.

Mudah-mudahan dia membaca cerita ini

16 Maret 2012 - Posted by | Cerita Dulu | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

1 Komentar »

  1. bg tante lesbi call me…

    Komentar oleh destry sridevi | 17 Maret 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: